Postingan

Menampilkan postingan dengan label ibroh

Bahagia Bersama Ramadhan (3) Bahagia Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan

Gambar
Bahagia Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan Tsaqafah Islamiyah 3/8/2010 | 23 Shaban 1431 H | 742 views Oleh: Abu Ahmad “Ada anak bertanya pada bapaknya; Buat apa berlapar-lapar puasa? Ada anak bertanya pada bapaknya?? Tadarus tarawih apalah gunanya? Lapar mengajarmu rendah hati selalu, Tadarus artinya memahami kitab suci, Tarawih mendekatkan diri pada Ilahi”. Itulah penggalan lirik lagu Islami tentang Ramadhan yang dikarang dan dinyanyikan oleh group Bimbo beberapa tahun silam, yang mana dari isi lirik tersebut mengajak umat Islam memahami makna dan esensi dari ibadah puasa; bahwa puasa mengajarkan seseorang untuk rendah hati selalu. Bahwa puasa merupakan kebutuhan bukan sekedar kewajiban dan taklif ilahi belaka, puasa merupakan pendidikan bukan beban belaka, puasa merupakan tuntunan menuju perbaikan diri bukan sekedar tuntutan samawi belaka. Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ...

IBROH SIROH NABAWIYAH

IBROH SIROH NABAWIYAH (Part 1) Oleh: Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan aku dengan Nabi sebelumku ialah seperti seorang lelaki yang membangun sebuah bangunan kemudian ia memperindah dan mempercantik bangunan tersebut kecuali satu tempat batu bata di salah satu sudutnya. Ketika orang-orang mengitarinya, mereka kagum dan berkata, ‘amboi, jika batu bata ini diletakkan?’ Akulah batu bata itu dan aku adalah penutup para Nabi.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hubungan antara dakwah Nabi Muhammad SAW dan dakwah Nabi terdahulu berjalan di atas prinsip ta’kid (penegasan) dan tatmim (penyempurnaan). Semua Nabi diutus dengan membawa Islam yang merupakan agama di sisi Allah. “Dan berjihadlah pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama (millah) orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang musli...

Manajemen Cinta (Bagian ke-1)

Gambar
Manajemen Cinta (Bagian ke-1) Tazkiyatun Nufus Oleh: Dr. Setiawan Budi Utomo dakwatuna.com – Fenomena keterhanyutan dan kelarutan generasi muda ke dalam jebakan kampanye cinta palsu yang menyesatkan dalam bungkus life’s style bergaya Valentine’s Day beberapa tahun belakangan ini lebih merefleksikan gejala umum degub jiwa kepenasaranan, kehausan dan sekaligus kebingungan akan makna cinta dari kalangan generasi muda di samping ekspresi dari absurditas dan ketidakarifan memahami makna cinta dari kalangan industri momentum kasih sayang dan cinta. Budaya ber-valentine’s-ria di kalangan remaja memang fenomenanya telah menjadi gejala yang memprihatinkan seperti pengalaman saya pada suatu kali di pusat perbelanjaan bersama istri berbelanja tiba-tiba terhenyak dengan ucapan spontan mereka ketika bertemu sesamanya dengan ucapan ‘happy valentine’. Kaget karena menjadi tradisi yang tidak pantas dalam tradisi ketimuran apalagi keislaman. Cinta sebagaimana fitrahnya merupakan anugerah dan cinta juga...